Profil 3 Kepala Staf TNI Calon Panglima TNI

Siapa pengganti Gatot Nurmantyo
Jakarta (depoKini) - Pasal 13 ayat 4 Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia menyebutkan bahwa jabatan Panglima TNI bisa dijabat bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan. Syaratnya Panglima TNI adalah perwira tinggi yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan. 

Dalam catatan Depokini,  saat ini ada tiga perwira tinggi TNI yang sedang menjabat kepala staf. Ketiganya adalah: Ketiganya adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Seperti apa profil mereka?

*1. KSAD Jenderal TNI Mulyono*

Mulyono lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 12 Januari 1961. Dia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1983. Kariernya di TNI cukup lengkap, mulai bertugas di satuan tempur, satuan teritorial hingga lembaga pendidikan pernah dia lakoni. 

Penunjukkan sebagai KSAD ke-31 ditetapkan dalam Keppres Nomor 54 TNI  tahun 2015,  tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, yang pada waktu itu menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang kemudian ditetapkan menjadi Panglima TNI.
Mulyono menjadi KASAD sejak 15 Juli 2015.

*2. KSAL Laksamana Ade Supandi*

Ade Supandi lahir di Bandung, Jawa Barat 26 Mei 1960. Dia merupakan Lulus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-28 tahun 1983. Berbagai jabatan strategis pernah dia emban antara lain Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada RI Wilayah Barat tahun 2009, dan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2010.

Tahun 2012 dia menjabat sebagai Asisten Perencanaan KSAL. Tahun sebelumnya Ade Supandi menjabat sebagai Panglima Armada RI Wilayah Timur (Pangarmatim). Sebelum menjadi KSAL, Ade menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI pada 2014. Ade Supandi menjadi KSAL menggantikan Laksamana TNI Marsetio yang sudah memasuki masa pensiun pada tanggal 31 Desember 2014 lalu. 

*3.KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto*

Hadi Tjahjanto lahir di Malang, Jawa Timur pada 8 November 1963. Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1986 itu memulai karier sebagai pilot pesawat angkut Cassa di Skadron 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Tugas Skadron 4 saat itu adalah mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut.

Pada tahun 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan Udara Adi Sumarmo, Jawa Tengah. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Latihan Basarnas pada 2011-2013.

Karirnya berlanjut dengan menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara pada 2013-2015 dan kemudian menjabat Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang pada 2015. Berikutnya, Hadi mendapat pangkat marsekal muda dan langsung menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden Joko Widodo pada 2015-2016.

Setelah itu, Hadi dipindahtugaskan sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada November 2016. Dengan jabatan barunya sebagai Kepala Staf Angkatan Udara, Hadi naik pangkat lagi menjadi Marsekal TNI sejak 18 Januari 2017. (GDP)