Pimpinan dan Pengurus DPC PWRI Kota Depok yang baru, gelar rapat koordinasi, bahas program kerja

Suasana rapat DPC PWRI Kota Depok
DEPOK (depoKini) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PWRI Kota Depok periode 2017-2019 mengadakan rapat untuk membahas program jangka panjang dan program jangka pendek yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota DPC PWRI Kota Depok yang diadakan disalah satu cafe di wilayah Tanah Baru, Depok, pada Sabtu (11/11).

Dari hasil rapat, DPC PWRI Kota Depok periode 2017-2019 yang di pimpin langsung oleh Ketua DPC PWRI kota Depok yang baru,  Rahmat Budianto, beserta pengurus dan anggota secara mufakat bersama menghasilkan program jangka panjang dan program jangka pendek untuk DPC PWRI Kota Depok kedepannya.

“Rapat kali ini membahas keterkaitan pelaksanaan program DPC PWRI Kota Depok dalam jangka pendek dan jangka panjang serta program- program unggulan yang akan dilaksanakan untuk kedepannya,” kata Ketua DPC PWRI Kota Depok, Rahmat Budianto yang juga merupakan Pimpinan Redaksi Literasidepoknews.

Dirinya juga menjelaskan program yang akan di laksanakan DPC PWRI Kota Depok dalam jangka pendek itu diantaranya peningkatan kemampuan SDM seperti pelatihan atau Diklat Jurnalistik dan kegiatan sosial kemanusiaan yang bekerja sama dengan PMI seperti donor darah, dan tentunya membangun sinergitas dengan unsur Forkompimda Kota Depok serta dengan masyarakat pada umumnya.

Tak hanya itu saja DPC PWRI Kota Depok juga sudah mempunyai program jangka panjang untuk kedepannya. program jangka panjang yang sudah dirancang yaitu mensejahterakan anggotanya dengan membuat badan usaha, dan lain-lain.

“Anggota harus mendapat manfaat langsung atau tidak langsung. Semua ini akan kita rumuskan dalam program yang sudah dirancang,” paparnya.

Program itu katanya, melakukan penguatan kepada fungsi pelayanan dan kontribusi yang harus didapatkan oleh anggota DPC PWRI Kota Depok. Jadi, bukan hanya sekadar bergabung menjadi anggota saja, tetapi terbangunnya sebuah harmonisasi "take and gift" - memberi dan menerima.

Disela-sela pembahasan tersebut dia juga mengatakan PWRI dapat melahirkan jurnalis yang profesional, mandiri dan bisa mengawal kebebasan pers sesuai kode etik dan berdasarkan UU no.40 tahun 1999 tentang pers.

“Saya yakin PWRI bisa melahirkan jurnalis yang profesional serta memiliki kemampuan kompetensi dan memahami etika jurnalis. Sehingga apa yang di hasilkan oleh wartawan dalam menyajikan hasil tulisan beritanya, memiliki dan mengandung nilai kebenaran,” pungkas Rahmat Budianto sungguh sungguh. (GDP)