Mitos Tentang Pangeran Samudra Gunung Kemukus

Lokasi Makam Pangeran Samudro | Foto : Mas Kus
Seragen  (depoKini) - Berbicara tentang gunung Kemukus di kabupaten Sragen tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan makam pangeran samudra, yang sudah dikenal dengan "stempel" yang miring dikarenakan melulu dikaitkan dengan ritual bernuansa esek esek.

Wakil Pimpinan Redaksi Depokini yang melakukan peliputan langsung atas keberadaan dan mitos ritual esek esek di gunung Kemukus kecamatan sumber Lawang kabupaten Sragen, sempat dibuat tertegun saat berada di gunung Kemukus. Karena berdasarkan info yang diterima ternyata jauh panggang daripada api.

Adalah Hasto, juru kunci makam pangeran samudra,  menyampaikan  "Perlu untuk diketahui bahwa makam pangeran samudra ini dibawah naungan kabupaten Sragen dibawahi oleh dinas pariwisata dan olah raga " kata Hasto mengawali penuturannya,

" Saya sekarang berusia 65 tahun dan merupakan keturunan ke 8 dari eyang pangeran samudra , jadi untuk status juru kunci tidak ditentukan oleh Pemda " ungkap Hasto

" Konon dahulu cerita dari leluhur kami bahwa Nyai Ontrowulan adalah garwo selir dari Prabu Brawijaya V yang tidak dikaruniai anak, sedang pangeran samudra adalah anak dari garwo selir Prabu Brawijaya V " papar Hasto

" Menginjak usia remaja di rawatlah pangeran samudra oleh Nyai Ontrowulan dianggap kaya anaknya sendiri, ada orang kerajaan yang suka dengan Nyai Ontrowulan namun bertepuk sebelah tangan akhirnya difitnah dan diusir dari kerajaan " Tutur Hasto

" Mitos 7 malam Jumat pon itu dimaksud adalah seseorang lagi kasmaran biar hujan, biar badai pasti didatangi dalam ungkapan kesetiaan , karena untuk mencapai 7 x pasti banyak godaan, rintangan, maka dipelintir lah bahwa kasmaran itu harus berbuat atau berhubungan sebagaimana layaknya pasangan suami isteri sebagai syarat tercapai tujuan, itu tidak benar" ujar Hasto

" Orang asli gunung Kemukus tidak ada disini kebanyakan mereka itu adalah pendatang yang bermukim cukup lama dan diakui menjadi warga gunung Kemukus, mengingat bisnis esek esek tersebut menjanjikan, maka tenarlah ritual ke gunung Kemukus harus demikian itu adalah salah " pungkas Hasto dengan wajah kesal, seraya meminta agar berita tentang ritual esek esek gunung Kemukus untuk diluruskan. (Mas Kus)