KNPI Kota Depok, masih bimbang untuk laksanakan Musda

Depok (depoKini) - Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Depok menjadi magnet tersendiri bagi para tokoh muda yang ada di kota berlabel Friendly City.

Menurut catatan sudah ada tujuh tokoh muda yang siap maju dalam bursa bakal calon Ketua KNPI kota Depok periode 2017-2020 yang rencananya akan digelar pertengahan Oktober 2017.

“Insya Allah 10 sampai 15 Oktober deh kita lagi nyari waktu yang pas nih, sebelumnya akan dimulai dengan kegiatan Rapimda dulu selama dua minggu, baru dilanjut Musda,” ujar Ketua KNPI kota Depok, Dody Riyanto, S.Kom, Rabu (20/09/2017)

Dody Riyanto yang masa baktinya sebagai ketua KNPI kota Depok sebenarnya sudah habis sejak Juli 2017 lalu ini menjelaskan, pihaknya masih memikirkan banyak pertimbangan dalam menggelar Musda KNPI kota Depok.

Pertimbangan pertama soal belum cairnya anggaran hibah pembinaan KNPI, karena hingga kini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan kota Depok tahun Anggaran 2017 belum juga ketok palu.
“Ya nunggu ketok palu ABT aja ini, karena Jabar (KNPI Provinsi Jabar, red) juga sepertinya mundur Musdanya, belum cair-cair juga anggaran mereka sampai karena adanya konflik dualisme kepengurusan,” ungkap cucu Pahlawan Tole Iskandar ini.

Adanya dualisme kepengurusan KNPI Provinsi Jawa Barat juga menjadi salah satu faktor yang membuat bingung kepengurusan KNPI di tingkat Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Barat,  apalagi lanjut Dody, sesuai mekanisme yang ada, pelaksanaan Musda akan dilaksanakan terlebih dahulu oleh KNPI di tingkat Kabupaten/Kota se Jawa Barat, baru setelah itu KNPI Provinsi melaksanakan Musda.

“Makanya saya masih bimbang ini, kalau kita yang Musda duluan, nanti SK Ketua terpilih siapa yang akan tandatangan, kan ada dualisme kepengurusan di Jawa Barat,” jelas Dody Riyanto.

Diuraikan Dody, saat ini kepengurusan KNPI Provinsi Jawa Barat terdapat dualisme kepengurusan, yakni DPD KNPI Jabar hasil Musda Lembang tahun 2014 dengan ketua Saca Suhendi untuk periode 2014-2017 dan satu lagi DPD KNPI Jabar hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta tahun 2016 dengan Ketua Siti Aisyah Titi untuk periode 2016-2020.

Ditambahkannya lagi, dualisme kepengurusan DPD KNPI Jawa Barat terjadi akibat adanya dualisme yang terjadi pula di tingkat Pusat, dimana Saca Suhendi sebagai ketua DPD KNPI Jawa Barat berkiblat kepada Ketua Umum DPP KNPI Pusat, Muhammad Rifai Darius berdasarkan hasil Kongres di Papua 2015 untuk periode 2015-2018.
Sementara Siti Aisyah Titi sebagai ketua DPD KNPI Jawa Barat berafiliasi kepada Ketua DPP KNPI Pusat, Fahd El Fouz atau lebih dikenal Fahd A Rafiq, hasil KLB Pemuda/KNPI di Hotel Kartika Chandra, Jakarta 1 Juni 2015 untuk periode 2015-2018.

Fahd El Fouz sendiri saat ini sedang menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak April 2017 lalu dan telah ditetapkan menjadi Tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Al Quran dan Lab Komputer di Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2011-2012.

“SK penetapan saya dulu sih ditandatangani Ketua KNPI Jabar, Husni Farhani Mubarak yang saat ini posisinya digantikan oleh Saca Suhendi. Tapi kubu KNPI Siti Aisyah juga sempat mau membuatkan saya SK untuk periode 2016-2020, tapi saya tolak,” terang Dody Riyanto.

Dody berharap adanya dualisme kepengurusan di tingkat pusat dan provinsi tidak berimbas ke kota Depok. Karena akan berefek kepada keutuhan dan jalannya kegiatan organisasi kepemudaan yang ada di kota Depok kedepannya.

“Jangan sampai deh terjadi di kota Depok, tahan ego dan jaga kekompakan kita selama ini,” pesannya.
Terlepas dari persoalan kesiapan anggaran pelaksanaan dan adanya dualisme kepengurusan di tingkat Jawa Barat. Dody Riyanto menyampaikan sudah mulai melakukan persiapan pra Rapimda dan Musda KNPI, mulai dari pembentukan Steering Comite (SC) dan Organizing Comite (OC) serta kesiapan lainnya.

Ditemui Depokini di Balaikota Depok, Dody Riyanto yang didampingi Anggota Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI kota Depok 2014-2017, Courles Haliwela, memastikan Musda KNPI kota Depok kali ini bakal lebih seru dan menarik mengingat banyaknya para bakal calon yang sudah muncul bahkan menyatakan diri siap memimpin KNPI Kota Depok untuk periode 2017-2020.

“Dari catatan saya sudah ada tujuh orang yang siap maju, bahkan lebih. Tapi semuanya kan harus memenuhi persyaratan sesuai AD/ART serta aturan lainnya yang ada. Jadi kita tunggu saja, dan mohon doanya,” pungkas Dody mengakhiri wawancara.