Oknum KADIN Depok Melecehkan Wartawan Media Online

Ketua KADIN Depok saat diwawancara
Depok (depoKini) - Tindakan melecehkan tugas seorang jurnalis yang masih saja terjadi, selain menunjukkan ketidak-pahaman tentang fungsi dan keberadaan jurnalis yang dilindungi oleh UU Pers no 40/1999, yang meliputi merekam kejadian atau peristiwa dengan komitmen dan dedikasi jurnalistik, jadi artinya kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh insan pers dilindungi oleh Undang Undang tersebut.

Pelecehan terhadap Wartawan Cermin "Ketidakmampuan Pejabat Publik untuk Berkomunikasi"

Pelecehan berbentuk apapun kepada insan pers dalam menjalankan profesionalismenya, mengisyaratkan adanya arogansi baik institusi, maupun personil dari institusi yang bersangkutan.

Kasus yang dialami wartawan  lokal kedaerahan Depok pada 30 Agustus 2017 di lantai 1 pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos). Kejadian berawal saat Ketua Panitia Acara "Penyerahan Perjanjian Kios dari KADIN Depok kepada UMKM", meminta kepada salah seorang panitia untuk memberikan apresiasi kepada para awak media yang meliput acara yang diselenggarakan oleh KADIN Depok tersebut. 

Apresiasi yang diberikan kepada wartawan LDN dihadapan banyak orang, tiba-tiba diminta kembali dengan arogan, dan tanpa penjelasan atau pun permohonan maaf kepada wartawan ybs.

Pelecehan yang dilakukan di depan umum oleh oknum panitia dari KADIN Depok tersebut terhadap wartawan, sangatlah disayangkan terjadi disaat KADIN Depok sedang berbenah untuk memperbaiki performa lembaganya. Hal ini mempertontonkan ketidak mampuan panitia internal dalam penyelenggaraan acara yang sekecil itu, dalam rangka mencerminkan performa lembaga itu sendiri.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari Ketua KADIN Depok, H. Miftah Suhendar terkait perilaku jajarannya, ungkap wartawan LDN

LDN adalah Media Online yang dibentuk oleh wartawan-wartawan senior Nasional yang kebetulan bermukim di Depok.

Kejadian tersebut di atas, semoga tidak akan terulang kembali, sehingga kelak akan terbangun komunikasi yang baik antara Awak Media dengan Pejabat Publik yang jauh dari kesan angkuh dan sombong. (GDP)