Ikatan Alumni UI Kembali Gelar Lomba Marathon untuk Kedua Kalinya


Jakarta (d'MonitorDepok) - Ikatan Alumni Universitas Indonesia/ILUNI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI siap menggelar kompetisi olahraga lari di dalam lingkungan kampus terbesar di Indonesia, BNI-UI Half Marathon 2018. Mendekati hari H acara, BNI-UI Half Marathon 2018 menggelar berbagai aktivitas yang diselenggarakan bersamaan dengan Race Pack Collection (RPC). Di antaranya ada Talkshow, Race Village berisi stan makanan dan minuman, dan konferesi pers. Aktivitas dalam rangkaian RPC ini dilaksanakan di Atrium F3 fX Sudirman selama dua hari, 11-12 Juli 2018, sejak 10.00 hingga 20.00 WIB. 


Hadir juga Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono, Ahmad Salman VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI, Erwin Nurdin selaku Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni Universitas Indonesia, dan Ketua Pelaksana BNI-UI Half Marathon 2018, Irfan Ferdiansyah. 



Di kesempatan ini, Arief optimis menjelaskan BNI-UI Half Marathon 2018 adalah wadah yang tepat bagi mereka yang ingin menyalurkan minat dan hobi sambil terlibat dalam misi sosial, sekaligus sebagai ajang silaturahmi keluarga besar Alumni UI dan publik. 



“Selain pelari dapat memaksimalkan kemampuan berlari di kawasan UI yang aman dan rindang, hasil dari acara ini juga akan diberikan untuk UI dalam wujud BNI AM-Makara Investasi,” katanya. 

Ketua Pelaksana, Irfan Ferdiansyah mengatakan jalur lari telah dipersiapkan sebaik mungkin agar pelari mendapatkan personal best mereka. Tahun ini pun akan ada pemecahan rekor BNI- UI Half Marathon 2018 untuk pria dan wanita. 

“Total hadiah pemenang Rp 140 juta,” jelas Irfan. 


“Kegiatan BNI UI Half Marathon tahun kedua ini juga dalam rangka HUT BNI yang ke 72, dimana semua konsep acara dibuat serba 72 seperti pembelian makanan/minuman dengan harga Rp.72,- dengan transaksi melalui BNI Tapcash atau Yap!,” imbuhnya. Dukungan BNI terhadap BNI-UI Half Marathon 2018 juga ditunjukkan oleh salah satu perusahaan anaknya, yaitu BNI Life. BNI Life berkomitmen memberikan perlindungan 

asuransi jiwa kepada seluruh peserta BNI-UI Half Marathon selama even berlangsung dengan pertanggungan maksimal Rp 10 juta (at/ab). 




Foto: Anries 
Read More »

Jelang Bulan Ramadhan 3100 Botol Miras dan Chiu Oplosan di musnahkan

Pemusnahan 3100 botol Miras
Balaikota, (depoKini)- Bertempat di halaman depan kantor Walikota Depok, Walikota Depok, KH. DR. M. Idris, Kapolres Depok Kombes Pol. Didik Sugiarto, SH dan Kasatpol PP  Kota Depok, lakukan pemusnahan 3100 botol Miras dan 503 botol Chiu dalam kemasan,  yang kesemuanya merupakan barang bukti (BB) minuman keras (Miras) hasil dari operasi pemberantasan Miras yang dilakukan oleh, gabungan instansi di Kota Depok, seperti,  Polres Depok, DenPOM dan Garnisun Kota Depok dan  Satpol PP Kota Depok, serta BNK Kota Depok, yang dilakukan sepanjang bulan Januari hingga Mei 2018. 

Duduk (ki-ka):Kapolres Depok,
 Walikota Depok,
 dan Kasatpol PP Kota Depok
Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Irianto dalam laporannya mengatakan, bahwa pemusnahan kali ini adalah BB dari operasi pemberantasan peredaran Miras dan Chiu Oplosan di wilayah Kota Depok dalam kurun waktu Januari hingga April 2018, kata Yayan. 

Lalu lanjutnya, adapun titik operasi pemberantasan peredaran Miras dan oplosan di titik titik yang di dugai sebagai tempat peredaran Miras dan Chiu Oplosan, antara lain di Terminal Bus Depok, ungkap Kasatpol PP Kota Depok ini. 

Sementara Walikota Depok mengatakan, bahwa Pemkot Depok bersama dengan instansi terkait, seperti Polres Depok, Kodim Depok,  Den. POM dan Garnisun Depok tidak akan berhenti untuk terus berjuang membererantas peredaran Miras dan Chiu Oplosan di wilayah Kota Depok. 

Idris juga mengatakan dalam wawancara dengan awak media, bahwa Perlu adanya kajian yang lebih komprehensif terkait dengan upaya pemberantasan peredaran Miras dan Chiu Oplosan di Kota Depok, misalnya dengan mengkaji sanksi yang dijatuhkan kepada mereka yang mengedarkan atau memperdagangkan dan juga kepada para peminum, "Perlu ada kajian mendalam, terkait sanksi hukuman bagi yang mengedarkan, memproduksi dan bagi para penikmat atau peminum Miras dan Chiu Oplosan, agar ada efek jeranya, saat ini masih dalam sanksi Tipiring atau tidak pidana ringan, padahal dampak yang ditimbulkan sangat besar" papar Walikota Depok serius. 
Idris juga mengatakan, "kajian terkait pemberantasan peredaran Miras dan Chiu Oplosan harus di dasari semangat untuk membebaskan Depok dari peredaran ilegal Miras dan Chiu Oplosan" imbuh Idris.

Saat Walikota Depok memberikan keterangan
kepada awak Media, pada selasa, 15/5/2018
Walikota juga mengkritisi terkait mekanisme penanganan dan sanksi hukum terhadap para pelaku baik produsen, pengedar atau pedagang ilegal dan peminum. 

Walikota juga mengatakan bahwa di Kota Depok diberlakukan pelarangan peredaran dan perdagangan Miras dan Chiu Oplosan, pelarangan tersebut satu bulan penuh selama bulan ramadhan, termasuk pelarangan di rumah bernyanyi atau karaoke. 

Senada dengan Walikota Depok, Kapolres Depok, Kombes Pol. Didik Sugiarto, SH mengatakan, bahwa memang perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait sanksi yang diberlakukan kepada para produsen, pedagang dan peminum, kata Kapolres. 
Lebih lanjut kata Didik, memang benar bahwa peredaran Miras masuk dalam sanksi Tipiring, penindakan hukum diberlakukan bagi mereka yang mengedarkan secara ilegal. 

Menurut Kapolres, peredaran penjualan Miras dan Chiu Oplosan ilegal adalah pelanggaran hukum, dirinya juga meminta peran serta masyarakat untuk berperan aktif untuk melaporkan apabila didapat adanya peredaran atau perdagangan Miras ilegal. 

Saat disinggung terkait peristiwa peledakan Bom Bunuh Diri yang terjadi di Surabaya, Kapolres menyatakan, bahwa di Depok dalam kondisi aman terkendali, 
"Alhamdulilah.. kondisi Kota Depok dalam keadaan aman terkendali" kata Kapolres. 

Dirinya membenarkan adanya status Siaga pasca peristiwa peledakan Bom Bunuh Diri di Surabaya, 
"status Siaga diberlakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Kota Depok, namun Kapolres juga meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan beraktifitas seperti biasa, laporkan kepada pihak aparat kepolisian jika di daerah tempat tinggal ada hal hal yang mencurigakan," pungkas Kapolres Depok, Kombes Pol. Didik Sugiarto, SH. 

Hadir pada pemusnahan Barang Bukti hasil operasi pemberantasan peredaran Miras dan Chiu Oplosan tersebut, perwakilan dari Kejaksaan dan Kantor Pengadilan Kota Depok, perwakilan dari Sub. DenPOM dan sub. Garnisun Kota Depok, Asisten Daerah bidang Hukum dan Sosial Kota Depok, Sri Utomo, perwakilan Ormas Pemuda Pancasila, FKPPI, Wakasat Narkoba Polres Depok dan undangan lainnya. (GDP) - sumber - depokini
Read More »

Meski ada Gesekan, Renovasi Masjid al Marhamah, sudah selesaikan 40% dari target

Depok Utara, (d'MonitorDepok) - Memasuki penghujung bulan februari 2018 ini,  pelaksanaan pembangunan renovasi masjid al Marhamah yang tengah dilaksanakan, kini sudah sampai 40 % dari target,  demikian setidaknya yang disampaikan Domu Manalu, selaku arsitek pengawas  pembangunan renovasi masjid al Marhamah saat ditemui Depokini di lokasi masjid. 

Tampak Jean Erick Ketua RW. 10 yang juga penanggung jawab Lapangan (kaos putih) dan Domu Manalu (celana pendek hitam)
Sementara Jamal Al' Lail selaku pengawas teknik mengamini hal yang disampaikan oleh Domu. Dirinya juga menambahkan bahwa meski ada sedikit "gesekan" namun mereka berdua menganggap hal tersebut sebagai ujian kesabaran dan keiklasan dalam upaya menuai amal ibadah dari sisiNYA. 

Suasana di lokasi masjid al Marhamah
Depokini mencoba menelusuri hal ikhwal yang dimaksud "gesekan"  sebagaimana yang dinyatakan oleh Jamal. Dan dalam satu kesempatan adalah Jean Erick Sitanggang Ketua RW. 10 kel Beji,  dalam kapasitasnya sebagai penanggung jawab lapangan pembangunan renovasi Masjid Al Marhamah mengatakan, bahwa jika ada silang pendapat itu pasti., dan ini hal biasa ditemui, termasuk dalam proses pembangunan renovasi masjid marhamah, katanya. 

Lalu lanjutnya lagi, "menyatukan berbagai pola pikir bukan hal yang mudah, meski sudah ada panduan sekalipun, seperti pembangunan renovasi masjid marhamah ini, meski gambar renovasi masjid sudah ada dan sudah disepakati sebagai panduan dalam pelaksanaan tetapi tetap saja ada masukan atau usulan yang justru dinilai oleh bang Domu dan bang Jamal, usulan atau masukan tersebut keluar dari rencana pembangunan yang telah disepakati" paparnya serius. 

Dirinya juga mengatakan, mungkin dengan adanya masukan diluar panduan tersebut menyebabkan timbulnya gesekan di lapangan. Yang patut dicamkan oleh semua pihak adalah, bagi pelaksana di lapangan tatkala pekerjaan renovasi dimulai, kawan kawan di lapangan sudah memikirkan langkah demi langkah dari pelaksanaan renovasi masjid ini dan ketika ada masukan yang keluar dari panduan pelaksanaan jelas ini mengganggu pikiran kawan kawan dan jika terus menerus hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin berdampak pada semangat dan kepedulian kawan kawan dilapangan, hal ini yang harus kita hindari, kita harus bisa saling menjaga, keiklasan harus muncul dari semua pihak, jangan sampai sudah keluar tenaga, pikiran, waktu bahkan mungkin biaya bukan amal ibadah yang didapat tapi justru sebaliknya,  imbuh pria bersahaja yang akrab disapa Erick ini sungguh sungguh.

Sementara sebelumnya, ditempat terpisah, Luhur, salah seorang warga RW. 10 mengatakan pada Depokini, bahwa pembangunan renovasi masjid marhamah ini sudah ada panitia pelaksananya, maka berilah kepercayaan penuh pada panitia pelaksana pembangunan, biarkan panitia pelaksana bekerja secara maksimal, agar pembangunan renovasi masjid bisa berjalan lancar dan sesuai perencanaan, baik dari sisi anggaran maupun waktu, kalau terus menerus diganggu, energi yang ada bakal habis terserap buat ngurusin hal hal yang ga jelas, terang Luhur dengan raut wajah serius.

Sebagai catatan, tatkala Depokini menyambangi lokasi masjid al marhamah, pada senin (19/2/2018) kemarin,  tidak dijumpai Ketua Panitia atau pun Ketua DKM masjid marhamah,  menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, bahwa keduanya, yakni Ketua Panitia Pembangunan Renovasi Masjid, H. Pepen maupun Ketua DKM masjid Marhamah, H. Rastono memang jarang tampak di masjid, mungkin ada kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan, ujar sumber Depokini. (GDP) | Sumber
Read More »

FTUI Bisa Berperan di Era Digitalisasi Ketenagalistrikan

Depok (d'MonitorJakarta) - Memasuki era digitalisasi ketenagalistrikan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia bisa memberikan perannya. Misalnya, mengadakan riset bersama yang didanai oleh industri. Juga dalam pemecahan masalah (problem solving) yang dihadapi oleh industri, dengan melibatkan mahasiswa pascasarjana FTUI.
Hal itu dinyatakan Dekan Fakultas Teknik UI, Dr. Ir. Hendri DS Budiono, M.Eng, IPM., saat menghadiri Seminar Nasional V GATRIK UI. Tema seminar itu adalah “Menyongsong Era Digitalisasi Ketenagalistrikan untuk Mewujudkan Penyediaan Tenaga Listrik yang Efisien, Andal, Berkeadilan dan Berkelanjutan,” di Kampus UI, Depok (8/2).
Seminar yang digagas Keluarga Alumni Teknik Tenaga Listrik DTE-FTUI (Kagatrik UI), bekerjasama dengan EPES (Electrical Power & Energy Studies) UI dan DTE-FTUI, didukung juga oleh Ikatan Mahasiswa Elektro FTUI, khususnya Panitia National Electrical Summit (NEST).
Hendri yang insinyur teknik mesin ini menjelaskan, selain di bidang penelitian, FTUI bisa berperan di bidang pengabdian masyarakat. Seperti: Hilirisasi produk inovasi hasil riset; produk tepat guna bagi masyarakat; konsultasi berdasarkan kepakaran para peneliti FTUI; dan diseminasi hasil-hasil inovasi dosen FTUI melalui seminar ataupun workshop.
Di bidang pendidikan, bisa diadakan program pendidikan profesi, bekerja sama dengan PII (Persatuan Insinyur Indonesia). Lalu, didirikannya program studi magister multi dan interdisiplin bidang energi, termasuk bidang ketenagalistrikan, yang melibatkan seluruh departemen di FTUI. FTUI juga bisa merancang kurikulum yang sejalan dengan kebutuhan industri ketenagalistrikan. Serta, mengadakan program magang bagi mahasiswa.

Digitalisasi ketenagalistrikan ini mengubah secara fundamental bisnis penyediaan tenaga listrik. Teknologi digital mengubah pola pikir insinyur tenaga listrik, dari paradigma tradisional ke paradigma modern.
Dari seminar ini diharapkan terjadi pertemuan (sinkronisasi) pemikiran dari para pemangku kepentingan ketenagalistrikan, sehingga didapat suatu titik temu dan pemetaan tentang kondisi terkini (sa) | Foto: istimewa | Sumber
Read More »

GALABREEZE 2018

Jum'at, 16 Maret 2018
Venue :  Universitas Indonesia

Foto : Istimewa
Read More »

Mie Keiba berawal dari sayang Keluarga

Pasar Minggu, (d'MonitorDepok) - Berawal dari Astried seorang Ibu yang melihat Anak-anaknya gemar sekali makan Mie Ayam, akhirnya Astried memutuskan untuk mencoba bikin Mie Ayam sendiri, agar Anak-anak tercintanya terbebas dari yang namanya MSG

Mulailah Astried mencoba untuk bikin Mie Ayam tanpa MSG. Tanpa bilang-bilang kalau Mie Ayamnya tanpa MSG, ternyata Suami dan Anak-anaknya pun menyantab dengan lahap.


Jadilah sering bikin Mie Ayam buat Keluarga, dan acara Keluarga, serta jika ada kumpul dengan Teman-teman.


Banyaknya pujian yang didapat dari Keluarga dan Teman-teman, membuat Astried berpikir, kenapa tidak mencoba untuk menjualnya saja.

Beranjak dari empati dirinya, bahwa makan Mie Ayam hangat adalah yang paling nikmat, terpikirlah untuk membuat paket Mie Ayam yang dapat dinikmati para pencinta Mie Ayam dalam keadaan hangat kapan saja dimana saja.

Apalagi caranya mudah hanya cukup dengan menuangkan minyak, dan rebus mie pada air yang mendidih selama 59-60 detik, tiriskan, lalu taburkan ayam di atas Mie. Mie Ayam Keiba sudah siap dihidangkan

Kemasan Mie Ayam Keiba dapat disimpan, namun karena tanpa pengawet, maka Mie Ayam Keiba hanya dapat disimpan selama 3 hari didalam kulkas, dan 7 hari jika disimpan didalam freezer

Ternyata dari Kecintaan kepada Keluarga ini, Mie Ayam Keiba jadi sangat sukses, hal ini terlihat dari pesanan yang datang setiap harinya, melalui IG (@dapur67) maupun lewat TOKOPEDIA (MIE AYAM KEIBA).

Tidak disangka, teman-teman yang sering keluar negeri, mereka selalu memesan, dan membawa beberapa Mie Ayam Keiba didalam tasnya. Alasannya takut tiba-tiba kangen makan Mie Ayam hangat fresh dan tanpa MSG. 

Sementara tidak ketinggalan, para mahasiswa yang berkuliah di luar negeri, mereka sering memesan, dan tidak sedikit dari mereka yang menjualnya kembali Mie Ayam Keiba kepada teman-teman di asramanya.

Sukses ya Bu, dan tetap sayang Keluarga :) (Dimazz)
Read More »

Grab Serukan Kampanye Lawan Driver Opik

10 tersangka pelaku driver Opik
Jakarta, (d'MonitorDepok) - Maraknya orderan fiktif di layanannya membuat Grab gerah. Mereka pun lantas membikin kampanye khusus untuk melawan aksi para pengantar 'tuyul'.

Kampanye yang dibuat perusahan ride sharing ini bernama 'Grab Lawan Opik!'. Kata Opik sendiri merupakan singkatan dari orderan fikti. Para mitra driver Grab kerap menyebut Opik untuk para pengemudi yang melakukan kecurangan.

Dengan menggelar kampanye ini, Grab ingin bertujuan untuk menangkap sindikat dan mitra pengemudi yang mencoba memainkan sistem ini. Diharapkan langkah ini mendukung dan melindungi mitra pengemudi Grab dari kecurangan, dan memastikan bahwa mereka mendapatkan penghasilan yang adil. 

Ridzki Kramadibrata,
Managing Director Grab Indonesia
"Setiap satu pemesanan fiktif berarti berkurangnya satu perjalanan bagi mitra pengemudi yang jujur dan berkurangnya pendapatan untuk mereka. Penumpang juga dirugikan saat mereka menunggu tumpangan yang tidak sampai," ujar Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia kepada Depokini, Rabu kemarin, (31/1/2018). 

Ridzki Kramadibrata menambahkan peluncuran program 'Grab Lawan Opik!' menjadi bukti kemitraan kami dengan pihak kepolisian dan kekuatan platform teknologi yang mereka miliki yang merupakan hasil dari dedikasi para engineer kami yang berasal dari enam pusat R&D kami di Jakarta, Singapura, Seattle, Beijing, Bengaluru dan Ho Chi Minh.

Program 'Grab Lawan Opik!' memanfaatkan sistem deteksi risiko dan kecurangan yang dimiliki Grab. Kemampuannya dapat mendeteksi berbagai aktivitas kecurangan. Sistem ini menggunakan algoritma machine learning untuk mengidentifikasi dan melawan risiko/ancaman baru yang mungkin timbul. Ketika para hacker dan mitra pengemudi yang mencoba menipu sistem teridentifikasi, Grab akan berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memecahkan operasi opik dan menangkap pelaku. 

Sebagai bagian dari program 'Grab Lawan Opik!', Grab juga mengajak para mitra pengemudinya untuk turut berpartisipasi dalam memberantas operasi opik dengan melaporkan tindak kecurangan yang tak hanya terjadi pada mitra pengemudi, namun juga penumpang atau mitra lain yang bekerja sama dengan Grab dengan imbalan tertentu bagi pelapor pertama dengan tindak kecurangan yang terbukti merugikan perusahaan. Apabila mitra pengemudi menemukan adanya tindak kecurangan, silahkan melaporkan rinciannya melalui email ke fairplay@grab.com untuk ditindaklanjuti oleh pihak Grab. 

'Grab Lawan Opik!' adalah sebuah program berskala nasional. Grab akan membawa program "Grab Lawan Opik!" ke seluruh 111 kota di mana kami beroperasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengurangi tingkat kejahatan. pungkas Ridzki. 

Pencanangan kampanye, "Grab lawan Opik" ini terkait dengan ditangkapnya sepuluh driver Grab Car karena melakukan order fiktif, dengan modus seolah-olah mengantarkan penumpang (tuyul). Dari para pelaku, polisi menyita 170 unit handphone yang digunakan untuk rooting device sehingga seolah-olah terdapat transaksi.
"Mereka menggunakan laptop, kemudian ada 170 handphone untuk melakukan rooting device tadi," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Nico mengatakan, 10 tersangka yang berperan sebagai driver memang terdaftar secara resmi sebagai mitra di Grab Indonesia. Mereka melakukan registrasi dengan pula memasukkan mobil yang akan dijadikan sebagai sarana untuk antar-jemput penumpang.
"Akan tetapi, mereka tidak benar-benar mengangkut penumpang, mereka hanya duduk saja," kata Nico. 

Sementara di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Metro mengatakan, "atas tindakan driver Opik ini pihak Grab mengalami kerugian sekitar Rp 600 juta," ujar Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/1/2018). (GDP)

Sumber : depoKini.web.id
Read More »